SUCH A LOT OF TAXES,LESS OF BENEFITS
Pagi yang indah setelah 3 hari mangkir kerja. Segelas Chocolatos agaknya cukup cocok 'meski agak terkesan dipaksakan' kupadu dengan lintingan herbal tembakau dan cengkeh beraroma kuat dari Djarum Coklat, ah dulu aku enggan merokok ini. alasannya sudah bukan kejutan lagi apalagi bagi anak muda hedon yang masih suka mengedepankan gaya sepertiku.
Ya, ini rokok murahan,seenggaknya begitulah menurut persepsi gw dulu, rokok yang hanya cocok diisap oleh lidah-lidah orang pedesaan di daerah yang sangat dingin. Tapi entah kenapa, semakin hari rokok ini malah semakin mahal? Dan sialnya lagi, ketika harganya semakin mahal, rasanya justru rokok ini malah semakin enak.
Peningkatan kualitas kah? Atau justru seleraku yang mengalami penurunan kualitas? Tapi disini aku nggak lagi buat review rokok, aku cuma sedikit mengeluh tentang harga barang yang semakin naik, sementara pendapatan nggak berubah bahkan mengalami penurunan.
Apa yang salah dengan hari ini? Ketika bukan hanya tubuh,waktu dan pikiranku saja yang kukorbankan demi menjalani tugasku sebagai khalifah di bumi. sehingga semua potensi diriku tergadai oleh regulasi yang akhirnya alih-alih mewujudkan impian yang kubentuk sejak kecil, namun hanya sekedar menjadi kuli yang sibuk mengejar upah minimum.
Kemana semua alokasi pajak itu? Yang setiap hari kusetorkan lewat rokok yang kuhisap,yang setiap bulan juga kusetor melalui potongan gaji, yang juga setiap tahun kusetorkan juga via samsat. tidak, itu belum berakhir kita belum membicarakan ppn yang naik 12% dan cukai masuk barang yang harganya bisa 3x lipat dari harga barang asli.
Sementara, nilai tukar uang yang kian hari makin nggak ada harganya berbanding terbalik dengan apa yang udah gw berikan kepada negara. Jujur ya, kita pegang uang 50 ribu hari ini dibanding dengan 10 tahun yang lalu itu bedanya kerasa banget. Gak nyampe setengah hari bakalan nguap nggak jelas. Dipake makan sehari juga gak bakalan cukup.
Lantas, siapa yang perlu disalahkan? apakah gaya hidup? apakah regulasi pemerintah?
Kalaupun menyalahkan gaya hidup, usahaku juga nggak main-main ketika aku ngorbanin banyak tenaga, waktu dan pikiranku buat bekerja, membantu perusahaan dan umumnya ikut andil menjadi penyelamat bumi. Mungkin fix ini regulasi pemerintahnya yang salah dalam mengambil kebijakan. Tapi ya kan negara kita juga bukan negara maju, mesti banyak subsidi silang biar semuanya jalan, si kaya memperbudak si miskin, si miskin jual kesedihan biar dibantu si kaya, nanti kalo kekumpul 271 trilyun minta 6,5 tahun penjara aja.
Komentar
Posting Komentar