Assassin’s Creed: Anarkisme dalam Balutan Sejarah

 

Dari game pertama sampai yang terbaru, Assassin’s Creed selalu mengusung tema perlawanan terhadap otoritas yang dianggap menindas. Brotherhood vs. Templar—dua kubu yang punya visi berbeda soal bagaimana dunia seharusnya berjalan. Para Assassin percaya pada kebebasan individu, sementara Templar lebih condong ke kontrol dan keteraturan. Kalau kita tarik ke konsep anarkisme, Brotherhood bisa dibilang punya semangat yang mirip dengan gerakan anarkis: menolak sistem yang dianggap korup dan memperjuangkan kebebasan.

Tapi, apakah mereka benar-benar anarkis? Nah, di sinilah cocokologi mulai bermain. 😆

Trivia Seru tentang Assassin’s Creed

  • Inspirasi dari Sejarah Nyata: Assassin’s Creed terinspirasi dari kelompok Hashashin, sekte Islam yang terkenal dengan taktik pembunuhan rahasia di abad ke-11.

  • Ezio Auditore, Si Paling Ikonik: Karakter Ezio dari AC II, Brotherhood, dan Revelations dianggap sebagai Assassin terbaik sepanjang sejarah franchise.

  • Anarkisme dalam Assassin’s Creed: Beberapa game seperti Assassin’s Creed Syndicate yang berlatar di era Revolusi Industri London, menunjukkan bagaimana para Assassin bersekutu dengan kaum buruh dan revolusioner untuk melawan sistem yang menindas.

  • Templar = Kapitalisme?: Banyak yang berpendapat bahwa Templar dalam game ini mencerminkan sistem kapitalisme modern—mengontrol ekonomi, politik, dan teknologi demi "ketertiban dunia."

Cocokologi: Assassin’s Creed dan Anarkisme



Kalau kita lihat dari perspektif anarkisme, Brotherhood memang punya semangat perlawanan terhadap sistem yang dianggap korup. Tapi, mereka juga punya struktur organisasi yang cukup ketat, dengan hierarki dan aturan yang harus diikuti. Ini agak bertentangan dengan prinsip anarkisme yang lebih mengutamakan kebebasan tanpa otoritas. Jadi, bisa dibilang para Assassin lebih mirip dengan gerakan revolusioner daripada anarkis murni.

Di sisi lain, Templar yang selalu digambarkan sebagai antagonis justru punya visi yang mirip dengan pemerintahan otoriter—mengontrol masyarakat demi "kebaikan bersama." Ini mirip dengan konsep totalitarianisme, di mana kebebasan individu dikorbankan demi stabilitas.

Jadi, kalau kita cocokologi lebih jauh, Assassin’s Creed bukan cuma soal aksi keren dan sejarah, tapi juga bisa jadi refleksi tentang bagaimana kekuasaan bekerja dan bagaimana individu bisa melawan sistem yang dianggap menindas. Apakah kita lebih cocok jadi Assassin yang memperjuangkan kebebasan, atau Templar yang ingin menciptakan dunia yang lebih teratur? Itu semua tergantung perspektif masing-masing. 😏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak. Kita berada ditengah masyarakat yang sakit, didalam Sistem yang rusak.

SUCH A LOT OF TAXES,LESS OF BENEFITS

Michael Bakunin: Sang Pemberontak yang Tak Pernah Takluk