Feodalisme, Mistisme, dan Warisan Patriarki: Sebuah Drama yang Harus Tamat

 

Kalau ada satu hal yang bikin bangsa ini jalan di tempat, ya ini: feodalisme dan mistisme yang udah mendarah daging kayak warisan keluarga yang nggak bisa ditolak. Kita lahir, tumbuh, dan dipaksa nurutin pola-pola usang ini tanpa pernah dikasih pilihan buat berpikir sendiri.

Feodalisme bikin orang merasa ada kasta-kasta nggak keliatan yang menentukan siapa yang boleh ngomong dan siapa yang harus angguk-angguk. Yang di atas ngerasa wajib dihormati, yang di bawah disuruh terima nasib. Mau debat? Siap-siap dicap kurang ajar. Mau kritik? Paling nggak lama bakal kena label ‘nggak tahu adat’. Seakan-akan logika dan keadilan kalah sama titel dan nama belakang.

Lalu mistisme, bumbu wajib yang bikin orang nggak mau mikir panjang. Keputusan-keputusan yang harusnya didasarkan pada akal sehat malah dibungkus sama mitos-mitos absurd. "Jangan lawan yang lebih tua, nanti kena karma," "Jangan ubah aturan, itu udah ketentuan leluhur," atau yang paling parah, "Kalau perempuan terlalu banyak bersuara, nanti bawa sial." Lah?!

Dua hal ini nggak cuma jadi ajang pemeliharaan kebodohan, tapi juga pabrik patriarki yang terus-terusan nyetak sistem sosial yang nggak sehat. Perempuan dibikin merasa harus tunduk, sementara laki-laki diajarin buat merasa berhak atas semuanya. Dari kecil dididik buat beda: cowok harus kuat, cewek harus nurut. Cowok bebas bereksplorasi, cewek dikekang sama “kode etik” yang nggak masuk akal.

Sadar nggak sih, kita terjebak dalam lingkaran setan warisan nenek moyang? Kita dikondisikan buat percaya bahwa yang kuat harus dihormati, yang lemah harus diam. Bahwa mitos dan dogma lebih penting dari akal sehat. Bahwa gender menentukan nilai diri seseorang.

Udah cukup! Orang yang lahir duluan bukan berarti lebih bener. Tradisi yang udah lama ada bukan berarti nggak bisa ditinggalin. Patriarki bukan hukum alam—cuma hasil konstruksi sosial yang sengaja dipelihara.

Jadi, kalau lo masih percaya bahwa semua ini harus diterima sebagai takdir, gue cuma mau bilang: selamat datang di dunia yang dikuasai sistem yang nggak peduli sama masa depan lo. Gue nggak akan ikut tunduk. Dan gue harap lo juga nggak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak. Kita berada ditengah masyarakat yang sakit, didalam Sistem yang rusak.

SUCH A LOT OF TAXES,LESS OF BENEFITS

Michael Bakunin: Sang Pemberontak yang Tak Pernah Takluk