Postingan

Again and again

 Malam ini rasanya dada gw sesak banget, kayak ada batu gede ngeganjel di tenggorokan. Gw lagi patah hati parah, bro. Bener-bener hancur. Yang kemarin-kemarin masih bisa pura-pura ketawa sama temen, sekarang cuma bisa diem di kamar gelap sambil scroll timeline FB yang isinya orang-orang bahagia sama pasangannya. Sakit banget liatnya. Gw sama dia udah hampir dua tahun. Awalnya kayak dongeng: ketemu di tempat biasa, ngobrol panjang, ketawa bareng, jalan malam-malam sambil cerita mimpi. Gw bener-bener ngerasa dia orang yang ngerti gw banget. Dia yang selalu bales chat cepet, yang ngingetin makan kalo gw lupa, yang bilang “aku sayang kamu” tiap malam sebelum tidur. Gw pikir itu bakal selamanya. Gw udah ngebayangin masa depan bareng: liburan ke tempat yang kita janjiin, nikah, punya anak, tua bareng. Semua itu gw simpen dalam-dalam di hati. Tapi tiba-tiba aja semuanya berubah. Chat mulai jarang dibales, alasan “sibuk” dateng terus, padahal sosmednya update terus. Gitu doang. Gak ada pen...

Michael Bakunin: Sang Pemberontak yang Tak Pernah Takluk

Gambar
  Kalau ada satu tokoh yang bisa dibilang sebagai ikon anarkisme , itu pasti Michael Bakunin . Lahir pada 30 Mei 1814 di Rusia, Bakunin bukan cuma seorang filsuf, tapi juga seorang revolusioner sejati yang hidupnya penuh dengan pelarian, perlawanan, dan konflik dengan otoritas. Dia bukan tipe pemikir yang cuma duduk di meja dan menulis teori—Bakunin turun langsung ke medan perlawanan , ikut dalam revolusi, dan bahkan berkali-kali dijebloskan ke penjara. Dari Anak Bangsawan ke Pemberontak Bakunin berasal dari keluarga bangsawan Rusia, tapi sejak muda dia sudah muak dengan sistem yang mengekang kebebasan. Awalnya, dia belajar filsafat dan tertarik dengan gagasan Hegelianisme , tapi semakin lama, pemikirannya makin radikal. Dia mulai menolak gagasan negara dan otoritas, dan akhirnya menjadi salah satu pelopor anarkisme modern . Tahun 1840 , Bakunin pindah ke Jerman untuk mendalami filsafat. Di sana, dia mulai bergaul dengan para pemikir radikal dan semakin yakin bahwa negara adal...

Assassin’s Creed: Anarkisme dalam Balutan Sejarah

Gambar
  Dari game pertama sampai yang terbaru, Assassin’s Creed selalu mengusung tema perlawanan terhadap otoritas yang dianggap menindas. Brotherhood vs. Templar—dua kubu yang punya visi berbeda soal bagaimana dunia seharusnya berjalan. Para Assassin percaya pada kebebasan individu, sementara Templar lebih condong ke kontrol dan keteraturan. Kalau kita tarik ke konsep anarkisme, Brotherhood bisa dibilang punya semangat yang mirip dengan gerakan anarkis: menolak sistem yang dianggap korup dan memperjuangkan kebebasan. Tapi, apakah mereka benar-benar anarkis? Nah, di sinilah cocokologi mulai bermain. đŸ˜† Trivia Seru tentang Assassin’s Creed Inspirasi dari Sejarah Nyata : Assassin’s Creed terinspirasi dari kelompok Hashashin , sekte Islam yang terkenal dengan taktik pembunuhan rahasia di abad ke-11. Ezio Auditore, Si Paling Ikonik : Karakter Ezio dari AC II, Brotherhood, dan Revelations dianggap sebagai Assassin terbaik sepanjang sejarah franchise. Anarkisme dalam Assassin’s Creed : B...

Feodalisme, Mistisme, dan Warisan Patriarki: Sebuah Drama yang Harus Tamat

  Kalau ada satu hal yang bikin bangsa ini jalan di tempat, ya ini: feodalisme dan mistisme yang udah mendarah daging kayak warisan keluarga yang nggak bisa ditolak. Kita lahir, tumbuh, dan dipaksa nurutin pola-pola usang ini tanpa pernah dikasih pilihan buat berpikir sendiri. Feodalisme bikin orang merasa ada kasta-kasta nggak keliatan yang menentukan siapa yang boleh ngomong dan siapa yang harus angguk-angguk. Yang di atas ngerasa wajib dihormati, yang di bawah disuruh terima nasib. Mau debat? Siap-siap dicap kurang ajar. Mau kritik? Paling nggak lama bakal kena label ‘nggak tahu adat’. Seakan-akan logika dan keadilan kalah sama titel dan nama belakang. Lalu mistisme, bumbu wajib yang bikin orang nggak mau mikir panjang. Keputusan-keputusan yang harusnya didasarkan pada akal sehat malah dibungkus sama mitos-mitos absurd. "Jangan lawan yang lebih tua, nanti kena karma," "Jangan ubah aturan, itu udah ketentuan leluhur," atau yang paling parah, "Kalau perempua...

Bro, Gue Kecewa Tapi Masih Sayang

  Kadang hidup tuh nggak selalu tentang senyum-senyum bareng temen. Ada momen di mana lo ngerasa dikhianatin, ditinggalin, atau bahkan dianggap nggak ada. Dan jujur aja, itu sakit, bro. Gue nggak nyangka sih, orang yang selama ini gue anggap sahabat, ternyata bisa bikin hati gue nyesek. Bukan karena hal gede, tapi karena hal-hal kecil yang lama-lama numpuk. Janji yang nggak ditepati, omongan yang beda di depan dan di belakang, atau sekadar sikap yang makin lama makin asing. Gue bukan tipe orang yang gampang marah. Tapi kecewa? Itu beda cerita. Kecewa tuh kayak luka yang nggak keliatan, tapi perihnya berasa tiap hari. Gue cuma pengen lo tau, gue nggak butuh lo sempurna, gue cuma butuh lo jujur. Tapi yaudah lah, mungkin ini cara semesta ngasih tau gue kalau nggak semua orang yang lo anggap ‘teman’ beneran ada buat lo. Gue nggak bakal benci, gue nggak bakal dendam. Gue cuma bakal belajar buat nggak berharap lebih. Gue Juga Nggak Sempurna Tapi setelah gue pikir-pikir, mungkin gue...

Persib Bandung Selamat di Kandang: Drama Menit Terakhir di Laga vs Barito Putera

  Pertandingan antara Persib Bandung dan Barito Putera pada laga ini menjadi ajang yang penuh ketegangan bagi Bobotoh. Meski Persib sudah mengunci gelar juara musim ini, tak ada fans yang ingin melihat tim kesayangan kalah di kandang sendiri. Dan benar saja, laga ini nyaris menjadi mimpi buruk sebelum akhirnya berakhir dengan drama luar biasa! Jalannya Pertandingan Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 9 Mei 2025 ini menjadi ujian bagi Persib yang sudah memastikan gelar juara. Mereka tampil dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi Barito Putera datang dengan misi besar: keluar dari zona degradasi . Sejak menit awal, Persib mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang emas. Ryan Kurnia hampir membuka keunggulan di menit ke-14 setelah menerima umpan matang di kotak penalti, tetapi tembakannya masih melenceng. Tyronne del Pino juga mencoba peruntungan dengan tendangan diagonal di menit ke-16, namun masih belum menemui sasaran. Barito P...

Persib Bandung, Lebih dari Sekadar Klub Sepak Bola

  Persib bukan sekadar tim yang berlaga di lapangan, melainkan sebuah warisan budaya yang mengakar kuat di hati masyarakat Bandung dan Jawa Barat. Setiap kemenangan yang diraih bukan hanya untuk statistik, tetapi menjadi pemantik kebanggaan dan identitas yang menyatukan jutaan Bobotoh di seluruh dunia. Jika melihat perjalanan musim ini, Persib menunjukkan karakter sejati seorang juara—tidak hanya dalam hal teknik dan strategi, tetapi juga dalam mentalitas. Bangkit dari keterpurukan awal musim, menyalip para pesaing, dan akhirnya menuntaskan perjalanan dengan gelar back-to-back adalah bukti nyata bahwa juara itu dibentuk, bukan diberikan . Namun, tantangan ke depan tetap ada. Kemenangan harus dijaga, konsistensi harus dipertahankan, dan yang terpenting, kebersamaan harus selalu menjadi nyawa dalam perjalanan Persib. Sepak bola bukan hanya permainan, tapi juga soal ikatan emosional antara klub dan suporternya. Ketika semua elemen bersatu, tidak ada yang mustahil bagi Maung Bandung....